Pendiri Telegram Sebut Netizen Masih Tersandera Whatsapp

0
26
Pendiri Telegram Sebut Netizen Masih Tersandera Whatsapp
Telegram / Foto : Carl Court/Getty Images

BENARAJA.COM, JAKARTA – Pendiri Telegram Sebut Netizen Masih Tersandera Whatsapp. Belakangan sangat ramai diperbincangkan terkait kritik yang diberikan pada sistem keamanan Whatsapp. Tidak terkecuali oleh pendiri Telegram, Pavel Durov yang sekaligus melakukan promosi terhadap aplikasi yang dibesutnya tersebut. Dirinya berharap bahwa para pengguna whatsapp berpindah pada telegram saja.

“Banyak orang tak bisa berhenti memakai WhatsApp, karena teman dan keluarga mereka masih di sana. Artinya, Telegram buruk dalam mendorong orang beralih. Meski kami menarik ratusan juta user dalam 5 tahun ke belakang, itu tak cukup. Mayoritas netizen masih disandera kerajaan Facebook/WhatsApp/Instagram,” isi tulisannya.

Durov memberikan pemaparan bahwa banyak dari mereka yang menggunakan whatsapp, namun juga memasang telegram pada ponsel mereka. Hal tersebut bisa diartikan bahwa ponsel masih dalam keadaan rentan.

“Banyak dari mereka yang menggunakan Telegram juga ada di WhatsApp, yang artinya ponsel mereka masih rentan,” jelas Durov.

Dirinya juga mengklaim bahwa Telegram hingga saat ini tidak mengalami masalah keamanan atau kebocoran data besar. Hal tersebut dibandingkan dengan yang sudah terjadi pada Whatsapp. Dalam hal ini mereka tidak pula membeberkan data sekecil apapun pada pihak ketiga. Bahkan whatsapp dituding telah meniru beberapa fitur dari Telegram.

“Sedikit orang di luar komunitas penggemar Telegram menyadari bahwa banyak dari fitur baru di messaging muncul pertama kali di Telegram dan dikopi oleh Facebook sampai detail terkecil,” Durov mengklaim.

Durov juga sesumbar bahwa Telegram merupakan kontradiksi Whatsapp. Dirinya mengaku bahwa tim mereka melakukan kompetisi yang bersaing dengan Facebook selama 13 tahun.

“Apakah kami atau monopoli Facebook. Apakah kemerdekaan dan privasi atau kemunafikan dan kerakusan. Tim kami berkompetisi dengan Facebook dalam 13 tahun. Kami telah mengalahkan mereka sekali, di pasar Eropa Timur. Kami akan mengalahkan mereka lagi di pasar messaging global. Kami harus melakukannya,” jelas Durov.

BACA JUGA:  Facebook Sedang Kembangkan Kurasi Tab Khusus Berita

“Itu tidak mudah. Departemen marketing Facebook sangat besar. Kami di Telegram tidak punya marketing. Untuk itu, kami bergantung pada kalian, jutaan user. Jika kalian cukup suka Telegram, kalian beritahu teman,” Pungkas isi pesannya.

Saat ini masih belum ada tanggapan terkait serangan yang dilakukan Durov terhadap Whatsapp tersebut. Namun jika dilihat dari banyaknya pengguna saat ini, tentunya untuk beberapa tahun kedepan Whatsapp masih belum bisa disaingi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.