Sekolah Ini Adakan Wisata Tanpa Ponsel Karena Muridnya Kecanduan Internet

0
145
Sekolah Ini Adakan Wisata Tanpa Ponsel Karena Muridnya Kecanduan Internet
Ilustrasi Kecanduan Internet / Foto : SindoNews

BENARAJA.COM, LONDON – Sekolah Ini Adakan Wisata Tanpa Ponsel Karena Muridnya Kecanduan Internet. Di Indonesia yang mayoritas orang sudah menggunakan ponsel dan internet, tentu tidak akan terbayang jika dilarang untuk membawa ponsel pada kegiatan pariwisatanya. Dan di sekolah ini benar-benar nyata, sebab para muridnya akan menjalani liburan tanpa harus membawa perlengkapan telekomunikasi tersebut.

Pada era yang sudah serba tekonologi seperti sekarang ini, ponsel tidak hanya mempunyai fungsi sebagai alat komunikasi, melainkan juga beberapa hal yang mencakup pekerjaan, membaca berita, mencari informasi, dan juga saling sapa dengan orang yang dikenal melalui sosial media.

Namun meskipun begitu, ada sekolah asrama khusus putri di Inggris yang mempunyai tanggapan berbeda. Hal tersebut karena dinilai bahwa siswa mereka sudah kecanduan ponsel dan internet.

Menurut yang dilansir dari Dailymail, sekolah dengan nama Roedean tersebut rupanya menerapkan untuk mengadakan wisata sekolah selama seminggu penuh namun tanpa membawa ponsel pintar. Tidak hanya itu, sekolah asrama juga memberikan jaminan bahwa tempat liburan mereka nantinya tidak akan menyediakan Wi-fi.

Adanya aksi wisata sekolah tanpa ponsel tersebut diputuskan oleh kepala sekolah mereka pasca menyadari bahwa banyak dari kalangan muridnya yang terlalu bergantung dengan media sosial. Dijelaskan bahwa sang kepala sekolah pernah bertanya pada muridnya, apakah dia tahu di kota mana temannya tinggal. Jawabannya sangat mengejutkan karena siswi tersebut tidak tahu walau mereka sudah kenal dan berteman lebih dari satu tahun.

“Remaja dapat terlihat saling terkoneksi tapi pada saat bersamaan mereka terisolasi,” ungkap kepala sekolah, Oliver Blond.

Tidak hanya sang kepala sekolah saja, para guru juga sadar apabila pertemanan siswi-siswi mereka terjalin secara online.

BACA JUGA:  Denpasar Dipuji Dunia Karena Jaga Warisan Asli Bali

“Kami menemukan mereka saling mengirim pesan WhatsApp walaupun berada di kelas yang sama. Mereka merasa lebih nyaman mengontak satu sama lain lewat WhatsApp daripada berbicara langsung.” jelas sang guru.

Oleh karena hal tersebut, sang guru merasa sangat khawatir dengan keadaan tersebut. Bisa dipastikan bahwa mereka (murid) tidak kenal baik di dunia nyata. Hal tersebut juga dibenarkan oleh pernyataan salah satu siswi yang mengatakan bahwa diirnya tidak begitu akrab untuk bertanya keluarga dan asal mereka.

“Aku tidak bisa bertanya pada temanku tentang keluarga mereka. Persahabatan kami terbatas secara online. Itu akan terasa aneh. Ada sesuatu dalam media sosial yang membuatku susah menghampiri mereka (secara langsung). Ini seperti kita bersembunyi di balik layar.” ucap salah satu siswi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.